Kesaksian Hidup 

    Syalom bapk ibu yang dikasihi oleh Tuhan, puji syukur kita naikan kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang karena rahmat dan juga kuasanya kita boleh ada sampai saat ini. bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan dalam hal ini saya akan sedikit membagikan bagaimana kesaksian saya ketika saya di panggi oleh Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. pada awalnya berawal dari kehidupan saya yang sangat rusak. saat saya masih duduk di bangku pendidikan SD kedua orang tua saya berpisah, sehingga saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya saat orang tua saya berpisah ibu dan saya tinggal di rumah nenek, saat saya kecil saya tidak merasakan bagaimana kasih sayang seorang ayah dan walaupun saya tnggal bersama ibu dan nenek saya juga merasa bahwa saya tidak merasakan kasih sayang seorang ibu saya hanya merasakan kasih sayang seorang kakek dan juga nenek.
    singgkat cerita saya mulai bertumbuh dan menjadi remaja saat itu saya masih smp dan dalam masa - masa smp saya merasakan bagaimana bobroknya apa yang saya lakukan. bagaimana saya melakukan hal hal yang membuat Tuhan kecewa, saya melakukan tindakan yang melenceng seperti merokok, mulai mengenal minuman keras, hubungan sex, mencuri, dan hal- hal yang negatif lainnya. saya mulai terpengaruh oleh lingkungan saya yang tidak benar, teman - teman yang rusak dan juga keluarga yang tidak memperdulikan saya. saya meresa seakan - akan adalah anak yang paling sial sehingga saya mencari kesenangan di luar lingkungan keluarga saya. 
    setelah dari hal - hal negatif yang saya lakukan maka lambat laun orang tua dan nenek saya mengetahui apa yang saya lakukan sehingga itu membuat mereka kecewa sehingga saya di asuh oleh om dan tante saya yang berada di Lampung. dimana mereka adalah seorag hamba Tuhan. setelah saya lulus dari smp maka saya melanjutkan smk, dan di smk ini saya tinggal dan di rawat oleh om dan tante. ketika saya yinggal dengan om dan tante saya sangat tercengang kaget karena prilaku yang om dan tante saya lakukan beda dengan apa yang orang tua saya berikan. saya sangat merasalakn bagaimana sosok atau figur orang tua yang sebelumnya belum pernah saya rasakan. dan om mendidik saya supaya saya menjadi pelayan Tuhan, saya diajarkan untuk mengetahui apa itu pelayanan mulai dari pelayanan yang kecil sampai pelayanan yang saya rasa itu adalah pelayanan yang sesungguhnya. saya berfikir bahwa pelayanan di gereja itu adalah seperti kita singer, mc, dan berkhotbah, akan tetapi pikiran saya dibuaka bahwa pelayanan bukan hanya itu saja maka pikiran saya terbuka pelayanan itu seperti kita menyapu gereja, mempersiapkan segala sesuatu untuk pelayanan, dan mengantar jemput jemaat ke gereja itu juga bisa di golongkan sebagai pelyanan. dan awal - awal saya dididik oleh om memang saya melakukan hal itu dengan hati yang tulus akan tetapi saya masih melakukan dosa seperti merokok dan minuman keras, tetapi saya menutupinya dengan cara saya pelayanan di gereja sehingga orang - orang di gereja tidak tahu apa yang saya lakukan di luar sana dan walaupun orang lain melihat dan melapotr saya ke om dan tante mereka tidak percaya karna di depan mereka saya baik tetapi di belakang saya melakukan dosa. setelah saya lulus smk maka om dan tante di mutasi dan pindah pelayan di Surabaya, dan pada waktu itu saya binggung apakah saya harus mencari pekerjaan di Lampung atau di Surabaya. ada awalnya saya berfikir untuk bekerja di Lampung akan tetapi tante dan om menelfon saya bahwa di Surabaya ada pekerjaan yang bagus. pada saat itu saya mengambil komitmen untuk bertobat dan bekerja untuk membantu perekonomian orang tua saya. tetapi semuanya hanyalah wacana semata yang tadinya saya mengambil keputusan untuk melakukan hal yang baiktetapi malah saya melakukan hal yang lebih membuat Tuhan kecewa. apa yang belum pernah saya dapatkan bisa dengan mudah saya dapatkan karena saya memiliki uang, dikarnakan lingkungan pekerjaan dan juga lingkungan sekitar yang sangat keras menuntut saya harus hidup sama seperti mereka banyak hal yang saya lakuakn mulai saya mengenal ganja, sex, hingga minuman keres tentunya hal - hal yang lebih parah dari sebelumnya jadi niat bertobat hanyalah sebuah wacana semata dan saya tidak melakukanya akan tetapi suatu ketiaka oam dan tante sadar dan tahu apa yang saya lakukan dan saya dilayani secara pribadi dengan mereka sehingga lambat laun saya meninggalkan hal itu dan membuat saya kembali ke pada Tuhan dan dari perenungan saya, saya memutuskan untuk menjadi pelayan Tuhan dan saya melanjutkan pendidikan di STTE bukan berarti ketia saya mengikuti Tuhan tidak ada rintangan akan tetapi banyak rintangan yang saya hadapi dan saya mulai di bentuk dan dikikis Tuhan. karakter saya dibentuk, cara berfikir saya dibenarkan, tidakan saya dibaharui itu semua karena Tuhan. 

Komentar